Jumat, 05 Desember 2014

Mosaic Of Nacesa: Oleh Rahayu Utami, siswa Angkatan Ke II SMAN 15 Takengon Binaan Nenggeri Antara

Mosaic Of Nacessa
Oleh:
Rahayu Utami
Karya Novel: Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Angkatan Ke II SMAN 15 Takengon Binaan Nenggeri Antara
Tahun 2013/2014

Novel Ini Terdiri Dari  12 Bab.


1.     Mozaik Satu
2.    Mozaik Dua
3.    Mozaik Tiga
4.    Mozaik Empat
5.    Mozaik Lima
6.    Mozaik Enam
7.    Mozaik Tujuh
8.    Mozaik Delapan
9.    Mozaik Sembilan
10.  Mozaik Sepuluh
11.  Mozaik Sebelas
12. Mozaik Duabelas



Sedikit tentang
Mosaik Of Nacessa
          Nacessa adalah anak dari pasangan suami istri yang tidak pernah peduli dengan keluarganya. Cessa punya seorang Kakak yang sangat menyayanginya, hingga mereka merasa hanya hidup berdua dirumah. Tapi semua berubah secara perlahan, mereka mulai hidup layaknya seperti keluarga lainnya. Begitu juga dengan sahabat, Cesa punya sahabat yang sangat menyayanginya. Tapi tidak dengan cinta, bagi Cesa, cinta bukan kebutuhan lagi, tapi akan menjadi kebutuhan bila waktunya tepat. Dan semua indah pada waktunya.
          Jangan pernah melihat jauhnya kebelakang, tapi cobalah lihat apa yang akan dijalani kedepannya. Bersyukurlah dengan apa yang kamu miliki sekarang, dan gantungkan cita-citamu setinggi bintang, dengan kata tak pernah menyerah.

TENTANG PENULIS 




          Rahayu Utami. Seorang pelajar SMA yang dilahirkan disebuah keluarga yang sederhana. Lahir pada tanggal 26 Agustus 1996, di Takengon. Dari pasangan Ayahanda Drs. Rahmadi, M.Pd dan Ibunda Asmiati, S.Pd. Serta aku di karuniai adik-adik tersayang M.Bayu Habibie, Rezza Bintang Pamungkas serta adik kecilku Dhea Syarafana....
          Penulis sangat ingin mengejar cita-cita yang nggak mungkin bisa Dia raih, tapi baginya berusaha juga udah jadi awal cita-citanya. Penulis sangat ingin bisa memaknai apa artinya hidup.
          Dan hal kecil bukanlah selalu buruk baginya, hanya cukup mengambil sedikit makna dari hal kecil itu.

          Penulis mengaku bahwa mimpi itu adalah jendela untuk kita dapat meraih cita.
          Baginya berubah itu memang sulit, dan butuh waktu yang nggak sebentar, tapi ia yakin bisa. Dan semua akan indah pada waktunya. Dan baginya cinta bukan lagi sesuatu yang harus dimiliki, melainkan Allah, keluarga dan sahabat yang menjadi keharusan.
          Salam untuk sahabat pebaca, maaf bila buku ini masih banyak sisi kekurangannya J.
 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar